Sunday, July 22, 2012

[Threesome] Marah, Nich, Yeee???


Puisi ini karya:
…kamu marah melulu,
…aku pusing,
…aku puyeng,
…aku gendeng,
ngeliat tanganmu nunjuk-nujuk pesekku,
jerawatku sampe pecah,
muncrat di kaca hati yang sedikit frustasi,
burung gagak banyak yang berkaok-kaok,
hinggap di pelupukku yang sedikit sembab,
tapi bukan karena nangis,
sembarangan, aku tuh jagoan,
…gak cengeng,

Friday, July 20, 2012

Gugusan Bintang


Malam ini aku melihat gugusan bintang
Di angkasa mereka terlihat melintang
Indah, teduh dan begitu cemerlang
Bikin berahiku ingin terbang ke awang-awang

Thursday, July 19, 2012

Kata Tuhan 'Rancangan Indah'

Hanya Curhatan belaka, mungkin terlalu bersedih hati.
Memang bukan kata Tuhan, tapi banyak yang bilang lagi pula banyak lagu rohani yang liriknya menyampaikan kayak gitu juga. 'Indah pada waktunya'-lah, atau apalah yang omong kayak gitu dan hampir sama. KLISE.

Friday, July 13, 2012

[FF] Kirim Aku MalaikatMu

Neo...?

Kau ada di mana?

Aku rindu kau... Ingatkah kau akan aku? Cinta sejati takkan mudah bisa kulupa. Kau tahu sakit? Yah, hati ini benar-benar sakit serasa tergores sembilu. Kau tahu? Aku rela berdarah, bernanah bahkan mati demi kamu. Tapi kau di mana? Malah kau lebih dulu tega pergi dan menyisakan luka ini.

Saturday, June 23, 2012

Aku Cinta Blog "Celoteh Bodoh"

Selamat subuh para pembaca celoteh bodoh sekalian. Yang pasti aku bukan lagi posting sebuah puisi atau apalah. Tapi tiba-tiba aja aku terpikir untuk  searching di google seberapa banyak orang menggunakan celoteh bodoh sebagai nama blog-nya. Ternyata tidak terlalu banyak tapi sayangnya bukan aku aja, ada beberapa yang lain telah menggunakan urlnya celotehbodoh.

Bukannya mau narsis atau apalah... Tapi ingin rasanya aku memiliki kata "celoteh bodoh" itu sepenuhnya. Walau aku tahu blog ga laku ini sepi pengunjung (haiks) tapi tetap aja ingin banget memiliki judul blog ini sepenuhnya. Jadi intinya.... Celoteho bodoh itu aku, aku itu Celoteh bodoh. Titikkk!!!

Awal mikir judul blog ini sebenarnya ngasal aja, judul blog ini seharusnya "Cerita Mahasiswa". Tapi menurutku terlalu kaku dan aku ga bakal selamanya jadi mahasiswa ditambah lagi tulisan tentang kehidupan kampus minim berada di sini. Yang ada di sini kebanyakan fiksi, catatan harian dan bla bla. Dan jadilah pada akhirnya aku ganti "Cerita Mahasiswa" menjadi "Celoteh Bodoh".

Oia, sekedar pengen narsis doang waktu ngecek di google, nama blog ini ada di urutan pertama. Duh, bingung juga, kenapa nama "Celoteh bodoh" yang unyu-unyu ini jarang digunakan orang yah? Apa mereka pinter semua hingga ga mau menggunakan kata itu? Atau pada ogah ngaku 'bodoh'. Entahlah... Tapi yang pasti aku emang cintanya kebangetan sam blogku... :)

Serasa blog ini ada HAKI-nya tapi yang pasti dari tulisan ini mungkin aku ingin meng-klaim banget blog ini sebagai milikku sepenuhnya karena aku cinta mati sama blog ini. Celoteh bodoh itu cinta sejatiku, sama kayak fiksi. Makasih yah yang udah mau baca-baca di blog ini... :)

Kalau baca "Celoteh Bodoh" di mana pun berada ingat aku yah... I love you, "Celoteh Bodoh"

Okey... Aku rasa cukup... Aku harap kalian pembaca blogku bersabar untuk membaca karya-karya mayaku selanjutnya. Oia, doakan juga yah aku bisa jadi novelis... :D Ga mau susah-susah sich mikirin major publisher, cukup indie aja dweh. Cuman sering mandek di proses pembuatan cover, haikkss.... Tapi doakan aku yah para pembaca setia (narsis banget ni si uli).

I love you, Celoteh Bodoh... I love you, CBers... (CBers, panggilan baru untuk pembaca setia blog guwe... Hehehe...)

Hap.... Lompat kasur... tarik selimut... Byeeeeeee!!!!!!!!!! :*

Monday, June 11, 2012

Sesungguhnya Aku...

Sesungguhnya aku masih mencintaimu
Memandang nafasmu yang terlanjur pernah melewati hidupku
Mengatakan bahwa ternyata aku dan kau pasti menyatu
Padahal kehadirannya menghancurkan kecintaanku padamu

Thursday, May 31, 2012

Seorang Teman yang Meninggalkanku

Matanya nanar memandangi aku yang tergeletak lemah di atas rumput berwarna hijau yang sudah mulai kusam karena ribuan pijakan dari para prajurit. Aku berusaha memohon padanya untuk tak meninggalkan aku sendiri di tengah gempuran peperangan yang tak berkesudahan. Namun apa? Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ada luka yang tersibak lebar di pahaku,sementara di dadaku ada peluru yang menancap. Ah, ini menyakitkan, teman... Aku bisa mati di atas tanah yang seharusnya aku perjuangan dengan gagah berani. Namun apa? Baru satu hari aku menjadi prajurit tapi aku sudah melemah begini dan hampir menangis.

Friday, April 20, 2012

Cantik Itu Getir


Cerpen Uli Elysabet Pardede
Apa salahku memiliki rupa yang cantik? Ah, ternyata cantik begitu menyiksa aku. Sejak kecil aku merasa jadi tontonan orang-orang karena aku cantik. Kata cerita mereka, aku yang dulu mirip seperti sebuah boneka barbie dengan rambut yang ikal dan sedikit berwarna coklat. Selalu menarik hati orang-orang. Setiap sore ketika Bunda selesai memandikan aku, aku akan dipakaikan baju cantik dengan motif polkadot, motif yang sangat disukai Bundaku.   Jika sudah begitu maka orang-orang akan memandang aku dengan kagum.

Tuesday, April 17, 2012

Puisi Kopi

Kopi... Warnanya hitam... Aromanya khas... Memenuhi cangkir hari ini...

Kopi... Pahit? Tambahkan lagi gulanya... Supaya manis seperti diriku... Tapi taukah kau sayang? Pahit hanya sekedar rasa di lidah  

Kopi... Aduklah sekejap sayang... Jangan lama berpikir lagi... Aku takut jika jejak aroma yang khas melesat ke angkasa...  

Kopi... Tapi sayangnya kau tak mencampur gula, tak mengaduknya bahkan tak minum hingga akhirnya kopi dingin dengan kebekuan kita  

Kopi... Kau berdiam dan membuat aku sakit... Pernikahan kopi dan cangkir yang tragis.. Kau tak melirik lagi... Kopi hitam itu...

Tuesday, March 27, 2012

Cinta Beda Agama


Titik-titik airmata menghiasi pipi Laura semenjak kejadian kemarin. Dimana dia permalukan orangtua Sahlan didepan umum.. “Dasar perempuan murahan kamu!!! Kamu pikir saya mau kalau anak saya itu sama kamu.” Maki Ibunya.. “Kenapa tante? Apa karna beda agama?”Tangis Laura.. “Iya!!!” Jerit Ibunya sambil menarik tangan Sahlan keluar dari Kafe..

“Sahlan!!! Lemah kamu!” Pekik Laura.