Showing posts with label kekasih. Show all posts
Showing posts with label kekasih. Show all posts

Monday, June 11, 2012

Sesungguhnya Aku...

Sesungguhnya aku masih mencintaimu
Memandang nafasmu yang terlanjur pernah melewati hidupku
Mengatakan bahwa ternyata aku dan kau pasti menyatu
Padahal kehadirannya menghancurkan kecintaanku padamu

Wednesday, March 7, 2012

Cintaku Hanya Menyisakan Abu


Cintaku memang bukanlah cinta biasa...
Kutemui dengan hati yang terluka...
Terombang-ambing di hutan belantara...
Tak berbalas juga tak berasa...

Cinta mengapa harus begini...
Cintaku bagaikan kobaran api...
Sementara dia hanyalah sebongkah kayu...
Menyedihkan, hanya menyisakan abu...

Cinta... Cinta... Haruskah aku berlari ke ujung dunia?
Menerjang badai hanya untuk menggapai cinta?
Dan yang akhirnya hanya bisa kutemui aku terluka?
Lalu apakah ini bagiku akan terus terasa?

Cinta...
Cinta...
Cinta...
Cinta gila...


Tuesday, March 6, 2012

Batu Gantung: Kisah Cinta yang Tak Sampai.



Kencan Sondang dan Togar kali ini sangat berbeda dan lebih istimewa dari biasanya. Bagaimana tidak? Togar melamar dia saat mereka sedang berjalan-jalan ke Danau Toba. Kapal yang mereka naiki mendekat pada batu gantung. Memang begitulah biasanya agar para wisatawan bisa mengabadikan Batu Gantung yang melegenda itu di dalam kamera mereka.

Sunday, March 4, 2012

Kekasih yang Cuek...

Aku... Aku benci kamu... Aku benci sekali kepada kamu... Tapi... Tapi di lain sisi aku masih sangat mencintaimu. Sayangnya kau tak pernah tahu bagaimana perasaanku pada kamu. Entahlah, aku memang sangat membingungkan, aneh, aneh dan sangat aneh. Pantas saja kau selalu meremehkan aku.

Kau selalu dengan sesuka hatimu. Datang dan pergi seenak jidatmu. JIka kau butuh aku maka kau akan bermanis-manis kepada aku. Jika tidak maka kau akan pergi entah kemana dan bahkan tanpa kabar. Kau tidak tahu yah? Hatiku sakit sekali bodoh!!! Aku curiga kalau kamu ini sudah terkena gangguan jiwa. Dan Aaaarrrggghhh!!! Rasanya sakit sekali tauuu!!!  Mengertilah perasaanku ini.

"Dinda... Jangan manja-manja dong. Jangan cengeng... Pikiranku ini udah mumet. Apa kamu mau menambahkan kemumetanku lagi???" Omelmu padaku seolah-olah aku adalah sumber masalah dan masalah.