Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Fiksi. Show all posts

Thursday, January 10, 2013

Aku Gak Perawan, Emang Salah Banget???

Cerita ini bukan hanya tentang keperawanan semata, melainkan tentang persahabatan yang tak berkesudahan… :)
Cekidoootttt…!!!
***
Aku Vika anak SMA yang masih sangat labil bisa juga dibilang badung. Anak yang murung berada di sampingku ini adalah sahabat baikku. Namanya Audrey. Di balik kemurungannya dia itu sebenarnya sangat cantik. Tetapi kisah hidupnya yang memilukanlah membuatnya berlaku seperti itu. Kami berdua sudah bersahabat sejak  TK hingga SMA, kami selalu duduk di bangku yang sama.
Jika jaman sekarang banyak orang yang gagal dalam bersahabatan tidak demikian dengan aku. Aku sangat menjaga persahabatanku dengannya, sekali pun kenyataannya banyak yang mencaci Audrey. Aku sangat menyayangi Audrey seperti aku menyayangi Mama dan kedua kakakku. Audrey pun begitu, meski tanpa ekspresi namun dia sangat menyayangiku.
“Sahabat selamanya?” Begitulah dia bertutur bila melihat aku sedang jengkel dengannya. Rasa jengkelku pun hilang dan aku memeluknya dengan hangat.
Hidup Audrey tidak seenak diriku. Hidup Audrey penuh dengan konflik, hingga sekarang konflik itu tidak ada lagi namun meninggalkan akibat bekas konflik yang tak dapat disesali lagi. Audrey itu adalah anak tunggal, Audrey lahir di saat Mamanya sudah menginjak usia 45 tahun. Tua sekali bukan? Audrey-lah anak yang sangat dirindukan oleh Mamanya. Tetapi tidak begitu dengan Papanya. Papanya hampir membunuh Mamanya karena melahirkan anak perempuan. Papanya berharap akan mendapatkan anak laki-laki ternyata tidak. Selama tujuh tahun Audrey disiksa oleh Papanya. Sampai akhirnya Mamanya memilih untuk bercerai dari Papanya karena tidak tahan.
Akhirnya Mamanya menikah lagi dengan pria yang ternyata tidak tulus mencintai Mamanya, Papa tirinya itu hanyalah melihat harta saja. Bukan cinta, awalnya aku mengira Audrey tidak mengapa-apa karena Papa tirinya itu juga tidaklah jahat atau suka main pukul.
“Papa tiri kamu itu baik khan?” Tanyaku suatu ketika.
“Lumayanlah. Walaupun orangnya boros yang penting tidak melakukan kekerasan.” Jawabnya.
Tetapi semua itu berubah ketika aku dan Audrey pergi ke salah satu supermarket. Kami sering berbelanja bersama sekali sebulan. Membeli bedak, lotion bahkan pembalut. Pokoknya kebutuhan ceweklah. Yang aku herankan saat Audrey tidak lagi membeli pembalut.
“Kenapa?”
“Masih banyak sisa di rumah…”
Sesungguhnya aku heran. Karena jika Audrey lagi datang bulan dia membutuhkan pembalut sampai 5 bungkus. Kenapa sekarang bisa-bisanya dia mengatakan masih banyak di rumah?
Keaneh-anehan mulai terjadi, tetapi aku masih meredam keingintahuanku. Hingga suatu saat…
“Aaarrggghhh!!!” Pekik Audrey di dalam toilet. AKu yang sedang buang air kecil di toilet yang berada di sampingnya pun segera berlari dan menemuinya.
“Kenapa???” Tanyaku kebingungan namun dia tak menjawab wajahnya pucat sekali. Di tangannya ada benda kecil berwarna putih dan dia segera memasukkannya ke dalam kantung roknya. Namun sebelum itu terjadi aku segera merampasnya.
“Ini apa?” Tanyaku.
Dia diam membisu, wajahnya pucat sekali dan dia menangis sejadi-jadinya sambil memeluk aku. Dia belum juga menjelaskan padaku. Aku marah lalu mendorongnya ke dinding toilet.
“Kamuuu… Kamu hamiilll….” Pekikku.
“I… Iya…” Dia tertunduk.
Awalnya aku ingin membenci dia. Karena aku kecewa dia melakukan hal yang tak seharusnya. Aku pikir dia gadis baik-baik. Ah, aku kecewa sekali… Tetapi aku merasa orang paling jahat di dunia setelah dia memberi penjelasan. Ternyata… Ternyata Papa tirinyalah yang memperkosanya. Dia diperkosa saat keadaan rumah sangat sepi dan Mamanya sedang tidak berada di rumah. Oh, menyedihkan sekali nasib sahabatku ini… Aku minta maaf padanya dan menyemangatinya tidak lupa aku menyarankan agar dia tidak menggugurkan kandungannya. Karena biar bagaimana pun itu adalah perbuatan dosa.
“Tapi aku sekolah…”
“Kalau kamu gugurin aku marah besarrr… Plis jangan gugurin.” Aku memberi perigatan padanya sambil membesarkan kedua bola mataku.
Semenjak saat itu seluruh sekolah mengetahui kabar kehamilan Audrey dan semua mengolok-oloknya. Akulah selalu berdiri di barisan depan jika ada orang yang menjelek-jelekkannya. Aku bahkan akan main tangan pada mereka jika sudah keterlalu sampai membuat Audrey menangis. Aku tak peduli dikatakan perempuan yang jahat. Terserah! Walau memenag pedih kita aku dan Audrey diejek lagi menjadi sepasang lesbi.
“Kabarnya kamu hamil. Orang hamil mana bisa sekolah. Dikeluarkan lho.” Ejek Cindy pada Audrey yang terpojok di sudut kelas.
“Kalo ga ada bukti jangan nyolott…” Makiku sambil menepis tangan Cindy yang hampir meraih kerah baju Audrey.
“Ga ada sih. Cuman denger2 aja. Siap-siap aja dikeluarin dari sekolah ini.” Kata Cindy. “Dasar perempuan kotor…!!!” Makinya.
Audrey diam tak melawan. Semenjak saat itu teman-teman sekelas memusuhi aku dan Audrey, mereka semua menganggap diri mereka suci. Memangnya kesucian dinilai dari keperawanan? Terus, apa TUHAN pilih-pilih mengakui anakNya. Tuhan ga bakalan pernah bilang, “Vika… Kamu perawan ato enggak? Kalo engga noh pergi jaooohhh…” Tuhan ga bakalan pernah bilang begitu. Jadi perawan aja musti sebangga itu terus jelek-jelekin sahabat aku?
Aku sering menginap di rumah Audrey setidaknya menemaninya dalam kesunyian. Kasihan Mamanya sudah terkena stoke semenjak perceraiannya dengan Papa tirinya. Aku selalu menyemangati Audrey sahabatku, walau sebenarnya aku tak memungkiri ada kebosanan dalam hatiku masakkan aku harus menemaninya dicaci terus? Tetapi aku berusaha untuk tegar bersahabat dengannya.
“Sekali-kali kamu lawan Cindy dong. Jangan mau diejek melulu…”
“Aku gak berani…” Katanya sambil tertunduk. “Vik… Sebenarnya aku…” Katanya terbata-bata.
“Aku apa???” Tanyaku penasaran.
“Uumm… Tapi kamu jangan marah yah?” Audrey kelihatan takut sekali menatapku.
“Iya…. Tapi apa dulu?” Aku tak sabaran menunggu kata yang akan dikeluarkan Audrey.
“Aku… Maaf… Aku gugurin bayinya….”
BLAAARRR!!! Bagai petir di siang bolong. Aku tidak menyangka temanku melakukan itu padahal sudah aku peringatkan. Audrey terlihat ketakutan dan menunduk. Aku yang kecewa dengan Audrey akhirnya berbalik badan dan berlalu sambil berkata…
“Aku kecewa…” Kataku dengan nada bergetar.
“Jangan pergiiii… Pliisss….” Audrey menangis sambil menahan tanganku.
Tiba-tiba hujan mengguyur dan kami pun basah di tengah lapangan basket sekolah itu. Tak ada niatku untuk berlari karena hujan. Airmata dan hujan bercampur menjadi satu.
“Kamu mau bilang apa lagi? Aku kecewa. Aku cuman ga mau kalo kamu itu berdosa. Itu aja…” Kata sambil menunjuk-nunjuk kearah mukanya.
“Maaf… Kamu tau khan kalo Mama aku stoke hanya karna mikirin aku. Aku sayang kamu tapi aku juga sayang Mama. Tapi kalian berdua itu bukan pilihan. Aku ga bisa milihhhh… Tapi sewaktu aku liat Mama nangis-nangis karena aku gak mau menggugurkannya hatiku pedih banget… Plisss… Ngerti dong…”
“Tapi….” Perkataanku segera dipotong.
“Kamu tau? Di dunia ini aku hanya punya dua orang yang sangat aku cintai. Mamaku… Dan kamu…” Audrey menangis sambil memeluk aku. “Kalo kamu pergi dan berubah sikap kayak Cindy… Lebih baik aku matiiii…” Tangisnya. “Maaf… Maaf kalo aku gugurin. Tapi ini hanya karena Mamaku pengen masa depanku baik-baik aja… Plis jangan tinggalin aku…”
Hatiku terenyuh mendengar penjelasannya, aku yang ingin kabur dan meninggalkannya dengan sangat egois kini berbalik memeluknya erat. Audrey sahabatku, aku gak mau bersahabat hanya karena persahabatan dalam keadaan baik-baik aja. Aku mau bersahabat tetapi tetap setia walaupun dalam keadaan buruk sekalipun. Aku mau jadi sahabat yang tau diri. Itu aja… Aku sayang Audrey.
“Aku ga tau seberapa banyak dosaku…” Tangis Audrey menyesal karena dihimpit pilihan yang menyakitkan.
“Udahlah…” Aku menepuk-nepuk pundaknya.
Waktu berlalu begitu cepat. Dan tetap saja teman-teman sekolah mengejek-ejek Audrey kali ini dengan sebutan yang menyakitkan ‘Cewek bekas’ yang lebih mengejutkan lagi teman-teman sudah tahu kalau Audrey ternyata diperkosa Papanya.
“Rumah tangga broken home… Makanya lu diperkosa… Wkwkwkwkwk” Tawa Cindy. Aku sangat terkejut mendengar ejekan Cindy pada Audrey dalam hitungan detik. PLAK! Aku menampar Cindy dan mendorongnya ke dinding.
“Omongan kamu itu kok kasar banget, sich?” Bentakku.
“Biarin…” Jeritnya sambil memegangi pipinya yang merah.
Tiba-tiba Audrey mendatangi Cindy dan menamparnya juga. Di terlihat lebih tegar dari biasanya yang selalu pucat pasi.
“Itu untuk penghinaan kamu selama ini…” Pekiknya di depan muka Cindy. “Kamu pikir seberapa hebat kamu karena perawan? Kelakuan kamu lebih hina dari akuuuu!!!” Pekiknya membuat Cindy harus menutupi telinganya. “AKU MEMANG GAK PERAWAN LAGI!!! TERUS KENAPA??? SALAH BANGET YAH!!!” Jeritnya sampai seluruh kelas mendengarnya.
“Kamu tau? Aku ini diperkosa!!! Bukan keinginan aku. Ini udah cukup sakit. JANGAN KAMU TAMBAHIN LAGI!!!” Pekiknya meluapkan kekesalan beberapa bulan ini.
Aku terkejut mendengar penuturan Audrey yang blak-blakan.
Semenjak saat itu tak ada yang suka-suka bicara pada pada Audrey. Justru semuanya malu pada diri sendiri. Bingung juga! Memangnya perempuan dinilai dari keperawanannya? Jadi kalau sudah tidak perawan lantas dihina-hina? Dimaki-maki? Semua layaknya Tuhan. Aku benci sekali mereka menghina sahabat baikku ini.
Sampai kami duduk di bangku kuliah, Audrey memiliki kekasih saat kekasihnya tahu Audrey tidak perawan lagi. Kekasihnya memutuskan Audrey. Sudah berkali-kali Audrey begitu Sebenarnya dia sangat sedih namun dia berusaha menutupi kesedihannya dari aku.
“Tenanglah sobat… Suatu saat kamu dapat laki-laki yang benar menyayangi kamu. Tanpa memandang kekuranganmu.
Dan benar saja akhirnya dia mendapatkannya. Dan saat aku melihatnya di pelaminan aku hanya bisa tersenyum. Sekarang orang yang dicintainya bertambah satu, pikirku.Mamanya, Aku dan suaminya…
Sekarang kami sudah berumah tangga. Dan aku bahagia bisa bersahabat dengannya tanpa memandang kekurangnnya. Aku ingin lebih dekat lagi dengannya. Namun semua itu tak mungkin, karena kami telah memiliki kehidupan masing-masing. Dia lah sahabatku… Sahabat yang tegar… :)

Friday, July 13, 2012

[FF] Kirim Aku MalaikatMu

Neo...?

Kau ada di mana?

Aku rindu kau... Ingatkah kau akan aku? Cinta sejati takkan mudah bisa kulupa. Kau tahu sakit? Yah, hati ini benar-benar sakit serasa tergores sembilu. Kau tahu? Aku rela berdarah, bernanah bahkan mati demi kamu. Tapi kau di mana? Malah kau lebih dulu tega pergi dan menyisakan luka ini.

Tuesday, March 27, 2012

Cinta Beda Agama


Titik-titik airmata menghiasi pipi Laura semenjak kejadian kemarin. Dimana dia permalukan orangtua Sahlan didepan umum.. “Dasar perempuan murahan kamu!!! Kamu pikir saya mau kalau anak saya itu sama kamu.” Maki Ibunya.. “Kenapa tante? Apa karna beda agama?”Tangis Laura.. “Iya!!!” Jerit Ibunya sambil menarik tangan Sahlan keluar dari Kafe..

“Sahlan!!! Lemah kamu!” Pekik Laura.

Thursday, March 8, 2012

[Repost] Wanita Plastik yang Cantik...


Heeeyyyy.... Ini cermin (cerita mini) punyaku yang kupublish kemaren di akun kompasianaku. Jadi supaya makin banyak yang baca aku post aja ke blog pribadi lagi... :D

Cekidooootttt.... :)

***
Aku Alena… Aku cantik, langsing, bersuara indah dan kaya raya pula. Akulah sang bintang. Semua aku miliki, dan aku memang sangat sempurna. Dan apa kau pikir aku tidak bersedih? Wajahku memang tidak bersedih sama sekali. Karena memang wajahku telah didesain untuk selalu tersenyum indah. Jalanku selalu melenggak-lenggok bagaikan ratu sejagad. Tapi… Hei… Aku bersedih tauu!!! Sangat-sangat bersedih bahkan tiap malam aku selalu menangis di balik selimut.

Wednesday, March 7, 2012

Cintaku Hanya Menyisakan Abu


Cintaku memang bukanlah cinta biasa...
Kutemui dengan hati yang terluka...
Terombang-ambing di hutan belantara...
Tak berbalas juga tak berasa...

Cinta mengapa harus begini...
Cintaku bagaikan kobaran api...
Sementara dia hanyalah sebongkah kayu...
Menyedihkan, hanya menyisakan abu...

Cinta... Cinta... Haruskah aku berlari ke ujung dunia?
Menerjang badai hanya untuk menggapai cinta?
Dan yang akhirnya hanya bisa kutemui aku terluka?
Lalu apakah ini bagiku akan terus terasa?

Cinta...
Cinta...
Cinta...
Cinta gila...


Sunday, March 4, 2012

Kekasih yang Cuek...

Aku... Aku benci kamu... Aku benci sekali kepada kamu... Tapi... Tapi di lain sisi aku masih sangat mencintaimu. Sayangnya kau tak pernah tahu bagaimana perasaanku pada kamu. Entahlah, aku memang sangat membingungkan, aneh, aneh dan sangat aneh. Pantas saja kau selalu meremehkan aku.

Kau selalu dengan sesuka hatimu. Datang dan pergi seenak jidatmu. JIka kau butuh aku maka kau akan bermanis-manis kepada aku. Jika tidak maka kau akan pergi entah kemana dan bahkan tanpa kabar. Kau tidak tahu yah? Hatiku sakit sekali bodoh!!! Aku curiga kalau kamu ini sudah terkena gangguan jiwa. Dan Aaaarrrggghhh!!! Rasanya sakit sekali tauuu!!!  Mengertilah perasaanku ini.

"Dinda... Jangan manja-manja dong. Jangan cengeng... Pikiranku ini udah mumet. Apa kamu mau menambahkan kemumetanku lagi???" Omelmu padaku seolah-olah aku adalah sumber masalah dan masalah.

Tuesday, January 10, 2012

Cinta, Kamu Dimana?

13299699191857824274 
Cinta... Kamu dimana?
Sejak kemarin aku mencari kamu
Apa kamu ingat pulang?
Pulang ke hati aku
 
Cinta... Kamu tidak kasihankah pada aku?
Aku yang menangis menungguimu
Cinta kenapa kau pergi tanpa permisi?
Aku menangis... Kumohon kasihanlah kau
 
Cinta... Fikirkan aku...
Prioritaskan aku...
Cinta... Jangan gantung aku...
Hatiku sesak dibuatnya...
 
Cinta... Cinta... Dimana kamu...???

Thursday, November 17, 2011

Aku Melacur Demi Sebuah Laptop

1318344138891334827
Namaku Cindy. Mahasiswi Hukum di salah satu Universitas di Ibukota ini. Aku cantik dan pintar, tidak heran aku banyak teman. Nilai-nilaiku bagus dan aku cumlaude, aku merasa hidupku sangat bahagia walau aku sebenarnya terlahir dari keluarga pas-pasan, Papaku hanyalah seorang supir taxi dan Mamaku ibu rumah tangga biasa. Tapi toh aku bisa memanfaat apa yang ku punya saat ini, ya otak dan kecantikanku. Aku punya banyak teman dan banyak cowok di kampus yang ingin jadi pacarku. Tapi pilihanku jatuh pada satu hati yaitu Juno anak seorang anggota DPR. Hihihi…

Tapi semakin mendekati akhir kuliahku, banyak tekanan ku dapatkan. Dan lebih banyaknya dari keinginan

Friday, October 21, 2011

Selamat Jalan, Mama Bella Komodo!

1319138466926656424
Lihatlah, Aku komodo junior yang lincah dan seksi (gambarnyaaldriana.blogspot.com)
Hai, aku Laura! Aku komodo junior yang cantik nian (bercermin di sendok… hihihi, ga muat yak?). Aku komodo yang lincah lho. Sekalipun ukuran badanku berat tetapi aku senang bermain walau Ibuku Mama Bella selalu memarahi aku tetapi aku tetap badung dan bermain selalu. Oh iya, hihihi jangan kasih tahu siapa-siapa yah? Aku lagi jatuh cinta sama seekor komodo jantan yang gagah berani, namanya Richard! Duh, tetapi aku seperti komodo yang tidak tahu diri mencintai seekor komodo yang sempurna seperti dia. Tahu kenapa? Yah, kami hanya komodo-komodo liar sementara dia dan keluarganya adalah komodo-komodo yang tinggal di penangkaran.