“Aaaarrrgggghhhh!!!!!”
Pekikku kencang terbangun dari mimpi burukku. Dadaku naik turun tak
beraturan ketakutan karena mimpi seram itu lagi-lagi datang
menghantuiku. Tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundakku dan terlonjak
lagi. Spontan ku campakkan bantal guling yang ada di tanganku.
“Hey! Ini aku. Mas-mu” Kata suara itu membuatku berani sedikit menoleh. Ternyata Mas Ersan yang baru saja pulang dari kantor.
“Mas Ersan… Hiks…” Aku memeluk tubuhnya. Mas Ersan menepuk-nepuk pundakku.
“Mimpi buruk lagi?” Tanya Mas
Ersan sambil melonggarkan dasinya. Aku mengangguk pelan dan menghapus
sebagian peluhku. Ku pandangi ke arah jendela kaca kamarku, malam
semakin kelam dan menakutkan membuat aku kembali memasang wajah
ketakutan.